You need to enable javaScript to run this app.

Kesalahan Sepele yang Bikin Pendaki Cepat Kelelahan

  • Jum'at, 02 Januari 2026
  • Kanghaki
  • 0 komentar
Kesalahan Sepele yang Bikin Pendaki Cepat Kelelahan
Banyak pendaki pemula cepat capek bukan karena fisiknya lemah, tetapi karena kebiasaan yang salah sejak awal mendaki. Kelelahan dini bisa bikin perjalanan tersendat, ritme rombongan berantakan, mental drop, bahkan meningkatkan risiko cedera.
Agar perjalanan lebih nyaman dan tubuh tetap kuat sampai puncak, kamu wajib hindari beberapa kesalahan sederhana berikut:
✅ 1. Langkah Terlalu Cepat di Awal
Banyak pendaki langsung tancap gas begitu mulai mendaki. Padahal tubuh butuh waktu untuk adaptasi.
• Tempo yang terlalu cepat bikin napas habis dalam 10–15 menit. • Detak jantung naik drastis dan stamina terkuras di awal. • Ujung-ujungnya, langkah melambat dan perjalanan jadi lebih berat.
➡️ Gunakan ritme stabil: pelan, ritmis, tapi konsisten.
✅ 2. Membawa Tas Terlalu Berat
Kesalahan paling umum: bawa barang “yang penting menurut hati”, bukan yang penting menurut kebutuhan.
• Beban berlebih bikin punggung cepat panas dan kaki cepat lelah. • Benda-benda kecil tapi banyak justru jadi beban tak terasa.
➡️ Prinsipnya: bawa yang diperlukan, bukan yang diinginkan. Jika ragu, tinggalkan.
✅ 3. Tidak Mengatur Pola Napas
Banyak pendaki hanya fokus melangkah, lupa mengatur napas.
• Napas berantakan membuat tubuh lebih cepat lelah. • Stamina cepat habis meskipun jalur belum terlalu terjal.
➡️ Gunakan pola sederhana: 2 langkah tarik, 2 langkah buang. Ritme napas harus sejalan dengan ritme langkah.
✅ 4. Kurang Minum dari Awal
Dehidrasi adalah penyebab kelelahan paling diam-diam.
• Tubuh cepat lemas dan kepala mulai berat. • Kadang tidak terasa, tapi performa menurun drastis.
➡️ Minum sedikit tapi sering. Jangan tunggu haus, karena itu tanda tubuh sudah telat.
✅ 5. Tidak Pemanasan Sebelum Jalan
Otot yang “kaget” bekerja keras tanpa pemanasan akan lebih cepat tegang.
• Langkah terasa berat, kaki cepat pegal, dan punggung mudah sakit. • Pemanasan pendek bisa mengurangi risiko kram dan cedera.
➡️ Lakukan pemanasan 3–5 menit saja—itu sudah cukup membantu.
Intinya:
Pendakian bukan perlombaan siapa paling cepat sampai puncak. Gunung menuntut ritme stabil, beban ringan, dan napas teratur. Jaga tubuh sejak langkah pertama, maka perjalanan akan jauh lebih mudah.
Tetap kuat sampai puncak, bukan hanya kuat di awal.
 
sumber : https://www.facebook.com/reel/1050478093870507
Bagikan artikel ini:

Beri Komentar

Kang Haki

- Ketua -

Jika kamu tak tahan letihnya dan penatnya belajar, maka sungguh kamu akan menanggung perihnya kebodohan (nasehat imam syafi'i). Kulon Progo, 22…

Berlangganan
Jajak Pendapat

Skill apa yang kalian pengin kuasai selama PKL?

Hasil
https://man2bantul.id/https://portal.man2bantul.id/https://sirekap.man2bantul.id/https://eptsp.man2bantul.id/https://smkn5balam.com/https://tuluskartika.or.id/https://smptk.tuluskartika.or.id/https://www.stai-nurulhidayah.ac.id/https://journal.stai-nurulhidayah.ac.id/https://ejurnal.stai-nurulhidayah.ac.id/https://tical2025.redclara.net/https://uptdselatan.com/masterpoker99masterpoker99masterpoker99poker757poker757
masterpoker99masterpoker99masterpoker99masterpoker99inifun88inifun88inifun88https://jrdindustry.com/inifun88inifun88inifun88inifun88inifun88vovo88vovo88vovo88vovo88vovo88
inifun88inifun 88inifun88 logininipokerini pokerinipoker login